-
Al-Qamah Selamat Dengan Pertolongan Rasulullah SAW
Filed under Pola Hidup MuslimMar 28
Post Page RankAl-Qamah Selamat dengan Pertolongan Rasulullah SAW. Sejarah mencatat, bernama Alqamah seorang pemuda taat beribadah, perhatian dan patuh kepada ibu. Dia tinggal menetap di Jazirah Arab. Menyelusuri kehidupan pemuda padang pasir Alqamah dikenal masyarakat Arab waktu itu karena kepatuhan terhadap ibunya. Sejak lama ditinggal mati ayahnya. Sekarang ibunya dimakan usia sudah tua renta sudah terasa berbau tanah perkuburan. Alqamah jejaka normal jatuh hati terhadap seorang perawan, mereka menjalin cinta, perkembangannya mendapat restu orang tuanya untuk mendirikan mahligai rumah tangga yang berujung diikat perkawinan.
Berselang waktu tak lama berjalan kapal rumah tangganya, Alqamah mengalami perubahan tidak seperti sebelumnya menyayangi ibunya sepenuh hati secara ikhlas. Perkembangan situasi tidak tetap dan kekal, rumah tangga Alqamah yakni awal-awalnya sudah menikmati kehidupan bahagia mawaddah warrahmah dan sakinah, tiba-tiba istri Alqamah berubah tidak mau lagi mengurusi ibu mertuanya. Malah ia berkata Alqamah kita harus pergi dari sini, engkau pilih AKU ATAU IBUMU? Desak istri Alqamah. Desakan terus menerus akhirnya Alqamah memutuskan memilih meninggalkan ibunya dipadang pasir yang gersang sendirian tanpa perbekalan dan air minum.
Keberangkatan Alqamah beserta istri, membuat ibunya sangat terpukul hingga meneteskan air mata dengan hati tersayat-sayat siang malam. Ibunya berkata tanpa disaksikan oleh siapapun kecuali Allah SWT. “semenjak saat ini wahai Alqamah haram air susu ibu yang kau minum”. Dicatat sejarah serentak awan hitam menggulung-gulung pertanda doa ibunda dikabulkan oleh Allah SWT. DOA IBU DIKABULKAN ALLAH SWT. Setelah sekian lama Alqamah beserta istri meninggalkan ibundanya digurun pasir gersang. Kejadian tanpa diduga-duga Alqamah mendapat sakit parah, istrinya menghadap Rasulullah SAW. Menceritakan keadaan suaminya sedang menderita sakit keras suatu penyakit aneh belum banyak ditemui waktu itu. Aku merasa hiba dan kasihan ya Rasulullah SAW. Rintihan tangis istri Alqamah.
Mendengar ratapan istri Alqamah Rasulullah SAW, mengutus sahabat Bilal, Shahib dan Ammar menengok keadaan Alqamah sudah dalam keadaan koma. Melihat situasi Alqamah sudah koma itu, sahabat Bilal mencoba menuntun kalimah tauhid ditelinga Alqamah, ia tidak dapat menucapkannya. Kejadian aneh mulut Alqamah terkunci rapat-rapat tidak seperti mukmin kebanyakan menghadapi sakaratul maut. Berselang waktu ketiga sahabat itu pulang dengan kekecewaan, lalu menceritakan keadaan Alqamah kepada Rasulullah SAW. Rasulullah menyelidiki dengan pertanyaan. “sudah kalian coba di talqinkan (diajarkan) di telinganya?”. Sudah ya rasul, tetapi mulutnya bungkem rapat sekali”. Jawab sahabat. “kalau begitu keadaan Alqamah biarlah aku saja yang datang kesana”. Kata Rasul, kemudian Rasul bertanya kepada istri Alqamah “masih adakah dua orang tuanya? “ masih ada ya Rasul, tetapi tinggal ibunya”. Dirumah ditempat jauh dari rumah ini.
DIBAKAR. Tanpa buang waktu Rasulullah SAW, dengan ketiga orang sahabatnya menemui Alqamah menceritakan Alqamah sedang sakit keras (koma). Bila ia ada salah terhadap ibu maafkanlah agar dia selamat kata Rasul. Tampaknya ibunya masih saja bersikeras tak mau memaafkannya, hanya mengatakan. “Biarkan rasakan sendiri tutur ibu Alqamah. Tetapi sekarang dia dalam keadaan sekarat, apakah ibu tidak merasa kasihan terhadap anakmu?.” Tanya Rasul SAW. Dia telah berbuat dosa terhadapku jawabnya singkat”. Ya tetapi maafkanlah, sudah sewajarnya seorang ibu memaafkan anak yang durhaka ya Rasul SAW. Alqamah menyakiti hatiku sejak beristri dan meninggalkan aku sendirian di padang pasir gersang tegasnya. Biarlah dia masuk neraka bersama dosa-dosanya”. Jawab ibu Alqamah.
Denga tetap ibunya bersikap keras seperti baja dan batu tidak mau memaafkan anaknya dari kesalahan terhadapnya. Rasulullah SAW, lalu memerintahkan sahabat, Rasul berkata : “ Hai para sahabat, kumpulkan kayu bakar dalam jumlah yang mencukupi, untuk apa kayu bakar ya Rasul tanya Bilal keheranan. Untuk membakar tubuh Alqamah tegas Rasul SAW, daripada hidup menderita, karena itu lebih baik dan cepat mati. Mendengar keputusan Rasul SAW, hakikatnya mendidik ibu Alqamah tersentak kaget bukan kepalang. Seorang ibu luluh hatinya. Secepatnya menghadap Rasul SAW. “Wahai Rasul SAW, jangan dibakar anak saya dengan sungguh legal ah hati Rasul SAW, dengan sifat Futanahnya (cerdas) Rasul SAW, mampu meluluhkan hati seorang ibu yang sudah memuncak amarahnya terhadap anak laki-lakinya yang durhaka berat itu, juga semata wayang yakni Alqamah.
Rasul SAW, menuntun membisikkan kalimat dzikir, syahadat. Akhirnya jiwa Alqamah pergi tenang bermodalkan ampunan dosa –dosa Alqamah dari ibunya dan pertolongan Rasul SAW. Fasih mengucapkan kalimat syahadat ia wafat dalam keadaan KHUSNUL KHATIMAH (baik akhirnya).
Dan dituntut setiap anak jangan durhaka kepada kedua orang tua, berakibat buruk Alqamah contohnya, patah lidah untuk dzikir kepada Allah SWT. Nasib baik ditolong dengan doanya Rasulullah SAW. Sewaktu menghadapi sakaratul maut. (Berbagai sumber. bk). [ Terbit Pada Harian Haluan, Pada Tanggal 25 juli 2008 ]
Mungkin Artikel Ini Yang Anda Butuhkan ...
- Ramadhan, Antara Perut dan Kemaluan
- Keresahan Spiritual
- Menteladani Kehidupan Rasulullah SAW
- Memelihara Amanah
- Doa Nabi Allah Ibrahim AS Terhadap Generasi Muda dan Umat Sesudahnya
- Marah Adalah Kekuatan Seorang Mukmin
- Bekali Keluarga Dengan Agama
- Melatih lahir dan Bathin
- Bersyukur Dengan Yang Sedikit
- Sumbar dan Jabar Merupakan Target Utama Program Kritenisasi International
- Mengisi Relung Hati dengan Kejujuran dan Amanah
- Islam Itu Jujur
- Nilai Keikhlasan
- Menghargai Waktu dan Umur
- Nabi Muhammad SAW ; Is The Best
- Bahaya Laten Yahudi
- Belajar Sepajang Hayat
- Buktikanlah Janji Yang Pernah Dilontarkan
- Mengucapkan ' Selamat Natal ' Hukumnya Haram .. !!!
- Introspeksi Diri
- Ilmu Menjadikan Manusia Terbaik
- Islam dan Kehidupan Pribadi Manusia
- Umar bin Abdul Aziz Sosok Pemimpin Teladan
- Hukum Oral Seks Suami Isteri
- Cinta Yang Tersisa Dari Padang
Custom Search


Recent Comments