Gempa Itu Dimulai Dengan Aroma Kematian

By Martias Oyonk on Monday, October 5, 2009
Filled Under: Akhlak Mulia, Iman Dasar Akidah, Motivasi Hidup, Tipu Daya Dunia

Gempa Itu Dimulai Dengan Aroma Kematian. Gempa besar berkekuatan 7,6 Skala Richter melantakkan kota Padang dan sekitarnya pukul 17.16 pada tanggal 30 September lalu. Gempa susulan terjadi pada pukul 17.58. Keesokan harinya, 1 Oktober kemarin, gempa berkekuatan 7 Skala Richter kembali menggoyang Jambi dan sekitarnya tepat pukul 08.52.

Adalah ketetapan Allah Swt jika bencana ini bertepatan dengan beberapa momentum besar bangsa Indonesia, dulu dan sekarang: Read more…

Sumatera Menuju Siklus Gempa 200 Tahunan

By Martias Oyonk on Friday, October 2, 2009
Filled Under: Dzikrul Maut, Iman Dasar Akidah, Motivasi Hidup, Tipu Daya Dunia

Sumatera Menuju Siklus Gempa 200 Tahunan. Pakar gempa dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengingatkan ada potensi gempa jauh lebih besar dibandingkan gempa yang terjadi di Padang Pariaman, Sumatera Barat.
Read more…

Gempa Sumatera dan Sebuah Misteri

Gempa Sumatera dan Sebuah Misteri. Kejutan terjadi pada Kamis (1/10) pagi ketika Sungai Penuh, sekitar 160 kilometer dari Padang, diguncang gempa berkekuatan 7,0 skala Richter. Pusat gempa Padang berada di Palung Sumatera, di laut, sementara pusat gempa Sungai Penuh berada di daratan, yaitu di Patahan Sumatera. Keduanya membentang sepanjang utara-selatan Pulau Sumatera.
Read more…

Riwayat Gempa Di Sumatera Barat

By Martias Oyonk on Thursday, October 1, 2009
Filled Under: Dzikrul Maut, Motivasi Hidup, Pola Hidup Muslim, Tipu Daya Dunia

Riwayat Gempa Di Sumatera Barat. Gempa besar berkekuatan 7,6 SR di Sumatera Barat bukan kali ini saja terjadi. Namun, wilayah yang berada di zona gempa ini sudah belasan kali dilanda gempa bumi dalam dua abad ini.

Bahkan, menurut Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana, Departemen Energi, sejumlah gempa besar dengan dampak kerusakan yang luas juga pernah terjadi sebelumnya di wilayah ini.

Read more…

Kroposnya Bangunan Iman Melemahkan Denyut Nadi Kehidupan

Kroposnya Bangunan Iman Melemahkan Denyut Nadi Kehidupan. Iman dan Takwa telah dibangun diawali semenjak umur mukalaf (baligh) dan ditunjang lingkungan yang kondusif terutama dilingkungan rumah tangga seperti kesalehan dari kedua orang tua. Pada perjalanan hidup itu sendiri tidak tetap tetapi mengalami perubahan disetiap diri seseorang muslim. Rasulullah SAW. Bersabda : “ dan mengisyaratkan bahwa Iman itu YAZIIDU WA YANGUS (naik turun) karenanya Rasulullah SAW. Mewanti-wanti umatnya agar senantiasa menjaga stabilitas Iman dengan taubat, mengakui atas kesalahan yang dilakukan. Para sahabat mengerti dan sangat memahami terhadap pesan-pesan tersebut sehingga membekas dalam hati mereka yakni selalu saja terbetik kekhawatiran akan kekurangan Iman. Padahal telah jelas bahwa merekalah (sahabat) generasi penerus yang utama dan pertama. Hal ini menedakan bahwa bertambah dan berkurangnya Iman sangat menentukan perjalanan menuju kehidupan yang hakiki akhirat.

Read more…